Kamis, 04 Agustus 2016

Penanda Identitas Kehidupan Kaum Urban

Fesyen, seks dan kuliner adalah penanda pokok gaya hidup urban. Ketiganya adalah bagian dari mesin industri yang menggerakkan kehidupan kota modern ; industri hasrat, industri identitas, industri pencitraan, dan industri selera.
Ketiganya dikontsruksi dan dijajakan lewat persuasi maupun seduksi. Di sisi lain, fesyen, seks dan kuliner adalah juga manifestasi idealisme modern sendiri, yang berfokus pada produksi ‘kebaruan’ terus menerus, tanpa henti.

Komitmen Intelektual Menuntut Semangat Keterlibatan

“Dunia intelektual adalah dunia yang dinamis. Ia tidak statis. Dunia intelektual tidak hanya bergerak dalam konsep pembelajaran di ruang kelas, melainkan terus berubah mengikuti jejak-jejak peradaban yang terus tumbuh dan berubah. Di saat yang sama ruang lingkup intelektual tidak bisa dinormatifkan atau didogmatisasi seperti agama”. Itulah sepenggal kutipan menarik yang dinarasikan oleh Clara Sahasti Astuti yang juga selaku ketua panitia Seminar dan Penghargaan Saint Thomas Aquinas Awards 2016 bertajuk, ‘’komitmen intelektual menuntut semangat keterlibatan kaum muda katolik Indonesia”. Berlangsung pada Jumat 29 April 2016 di aula pascasarjana Unpar Bandung.

Ahmad Syafii Maarif : Hakekat Kemanusiaan Adalah Bersahabat

Akhir-akhir ini, di Indonesia agama sering dikaitkan dengan suatu tindakan kekerasan. Situasi ini sungguh memprihatinkan kehidupan warga bangsa. Namun sinyalemen tersebut di sanggah melalui pernyataan apologetis (tindakan membela diri) bahwa agama sungguh hadir untuk mendamaikan, merukunkan dan mengajarkan segala kebaikan. Situasi ini semakin rumit dan pelik, karena agama cenderung di politisasi sebagai jalan pintas menuju puncak kekuasaan.

Menalar Terorisme

Menalar Terorisme

Akhir-akhir ini, agama berada dalam ancaman yang sangat serius. Tidak jarang agama mala menjadi dasar dalil untuk mengobrak-abrik sisi lain dari kemanusiaan kita. Banyak fenomena yang memperlihatkan dan bahkan mempertontonkan agama sebagai institusi justru menjadi sumber-sumber utama persoalan. Hal ini tentu membuat publik bertanya-tanya dimanakah letak fundamen problematic agama kini? Represi brutal di Paris beberapa waktu lalu merupakan rezim terorisme yang mengusung ideology agama sebagai pembenaran. Di negeri kita saat ini bergelut dengan orang hilang secara misterius dan mengejutkan banyak pihak. Ancaman teror rupanya masih tumbuh subur dan terus mengganggu peradaban bangsa kita. Fenomena kehilangan beberapa mahasiswa dan dokter Rica bersama anaknya memperlihatkan fenomena itu.