DUNIA KERJA FISIKA
Lulusan Teknik Fisika
bekerja di berbagai industri sebagai insinyur profesional di bidang
instrumentasi dan kontrol (instrumentation and control), akustik dan
teknik pencahayaan (lighting), teknologi bahan (material science),
serta tata udara (refrigeration and air conditioning), staf peneliti di
bidang teknologi terapan, staf pengajar di institusi pendidikan. Kelebihan yang
spesifik dari lulusan Teknik Fisika adalah kemampuannya untuk bekerja dengan
sistem yang melibatkan secara simultan banyak aspek fisika dan teknik.
Meskipun demikian, dunia industri di Indonesia
pada umumnya hanya mengenal keahlian instrumentasi dan kontrol adalah keahlian
dari alumni Teknik Fisika. Sehingga profesi insinyur instrumentasi (instrument
engineer), insinyur pengendalian (control engineer), insinyur otomatisasi
(automation engineer) dan lain-lainnya selalu ditempati oleh para insinyur
lulusan Teknik Fisika.
Industri yang menyerap lulusan Teknik
Fisika :
·
Industri
Rekayasa dan Konstruksi (EPC : Engineering, Procurement &
Construction)
Industri ini dimotori oleh
perusahaan-perusahaan yang menangani rancang bangun suatu pabrik (plant)
(contohnya: kilang minyak, pabrik petrokimia, pembangkit listrik), atau
merancang bangun fasilitas produksi (contohnya: anjungan minyak dan gas lepas
pantai, jalur produksi / perakitan otomatis, dll.). Rancang bangun ini
dilakukan mulai dari atas kertas hingga mulai beroperasi.
Dalam pengerjaan rancang bangun suatu pabrik
atau fasilitas produksi ini, lulusan teknik fisika akan bekerja sama sangat
erat dengan process engineer (biasanya lulusan teknik kimia). Process engineer
akan merancang dan menentukan alur proses dan unit-unit pemroses apa saja yang
diperlukan, dan menuangkannya dalam process flow diagram serta P&ID (piping
and instrument diagram). Sebagai instrument engineer, lulusan teknik fisika
kemudian akan memberi input dan memfasilitasi otomatisasinya dengan
diantaranya :
1. Merancang dan atau memilih alat ukur
besaran proses yang sesuai (mis.: orifice DP flowmeter atau ultrasonic
flowmeter?)
2. Merancang dan atau memilih final control
element (mis.: menentukan kapasitas, karakteristik dan material dari control
valve)
3. Mendiskusikan dan menentukan strategi
kontrol yang tepat (mis.: proses bersifat sequential atau kontinu?)
4. Merancang sistem pengaman proses (process
safety/safeguarding system) (mis.: safety logic diagram, cause and effect
diagram)
5. Merancang dan atau memilih implementasi
teknologi otomasi yang sesuai (mis.: menggunakan PLC atau DCS?)
6. Memfasilitasi agar representasi
besaran-besaran proses tersedia di layar monitor control room (mis.: gambar
pompa warna merah berarti pompa tersebut trip, dll.)
7. Mengkaji P&ID beserta dokumen terkait
lainnya dalam HAZOP (hazard & operability studies) bersama-sama process engineer,
piping engineer, mechanical engineer, operation engineer, maintenance engineer,
safety engineer, dll. untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan yang
ada sebelum disain dari pabrik atau fasilitas produksi dibangun. (mis.: apakah
tersedia alarm proses, alarm kebocoran gas, alarm kebakaran, emergency
shutdown, dll. yang sesuai?)
Interface dengan piping engineer dan
mechanical engineer (lulusan teknik mesin) juga diperlukan untuk menentukan
karakteristik dari material instrumentasi, menentukan cara penempatannya di
perpipaan dan tanki / unit proses, dll. Sedangkan interface dengan electrical
engineer (lulusan elektro arus kuat) diperlukan untuk memfasilitasi tersedianya
indikasi dan alarm alat produksi (pompa, kompresor, turbin, dll.) di control
room.
Berikut adalah beberapa nama perusahaan
nasional maupun multinasional yang bergerak dalam bidang rancang bangun pabrik
dan fasilitas produksi yang banyak memiliki insinyur instrumentasi didalamnya:
PT Tripatra, PT Rekayasa Industri, PT McDermott Indonesia, PT IKPT, PT Amec
Berca, PT KBR Indonesia, PT Gunanusa Fabricator, PT. Technip, PT CeriaWorley,
PT Pertafenikki, PT Saipem, dll. Untuk melihat contoh aktivitas pekerjaan apa
saja yang dilakukan dapat dilihat di website masing-masing, seperti :
tripatra.com, technip.com, etc.
·
Industri
Produk Sistem Instrumentasi dan Integrator Sistem
Industri ini dimotori oleh
perusahaan-perusahaan yang memproduksi sistem instrumentasi dan kontrol
(vendor) maupun perusahaan yang bersifat melakukan perancangan sistem kendali
pabrik terintegrasi. Adanya produksi instrumentasi dengan berbagai jenis merek,
memungkinkan suatu pabrik menggunakan sistem instrumentasi dan kontrol dengan
merek yang berbeda-beda dimulai dari lapangan sampai ke tingkat manajemen
parbik. Dibutuhkan suatu usaha untuk mensinkronkan kerja dari alat-alat
tersebut supaya berfungsi dengan baik dan optimal. Suatu perusahaan bisa murni
melakukan pekerjaan integrasi sistem ataupun melakukan pekerjaan integrasi
sistem sekaligus menjual produk instrumentasi. Berikut adalah beberapa nama
perusahaan nasional maupun multinasional yang bergerak sebagai supplier dan
service provider perangkat instrumentasi dan kontrol, dan banyak memiliki
insinyur instrumentasi didalamnya: PT Yokogawa Indonesia, PT Widya Pandu Ekatama,
PT Control System Indonesia, PT Transavia Otomasi Pratama, PT Wifgasindo
Dinamika Instrument Engineering, PT Somit Karsa Trinergi, dll. Untuk melihat
contoh perangkat instrumentasi dan kontrol, website vendor induknya dapat
dilihat, seperti : emersonprocess.com, yokogawa.com, etc.
·
Industri
Pengolahan dan Manufaktur
Pabrik atau fasilitas produksi yang sudah
berjalan memerlukan insinyur instrumentasi dan kontrol untuk melakukan
perawatan, penyelesaian masalah ataupun perancangan sistem baru yang akan ditambahkan
pada pabrik atau fasilitas produksi. Hal ini karena semua industri sekarang
menggunakan otomatisasi sebagai bagian integral dari unit proses atau fasilitas
produksi. Tanpa otomatisasi atau instrumentasi pabrik atau fasilitas produksi
akan menjadi sangat tidak efisien dan seringkali membahayakan.
Industri pengolahan dan manufaktur memiliki
banyak ragam, mulai industri hulu hingga hilir seperti : industri minyak
dan gas, industri pupuk, industri semen, industri makanan dll. Industri
manufaktur memiliki banyak ragam dari mulai industri manufaktur elektronika,
manufaktur kendaraan bermotor (mobil/motor), manufaktur peralatan industri,
dll. Berikut adalah beberapa nama perusahaan nasional maupun multinasional yang
memiliki pabrik atau fasilitas produksi dan banyak memiliki insinyur
instrumentasi didalamnya: PT ExxonMobil Oil Indonesia, PT Chevron Indonesia,
PT. Total E&P Indonesie, PT Pertamina E&P, PT Medco Indonesia, PT Pupuk
Kaltim, PT Chandra Asri, PT Asahimas Chemical, PT Semen Gresik, PT Unilever Indonesia,
PT Panasonic Indonesia, PT Astra International, dll
Tidak ada komentar:
Posting Komentar