Pemahaman
manusia akan sekitarnya selalu berkembang seiring perubahan zaman, rasa
tertarik dan keingintahuan manusia selalu menjadi dasar untuk memaksa pikiran
manusia dalam menggali lebih jauh tentang keingintahuannya tersebut.Rasa tertarik dan keingintahuan ini tentu akan selalu berlangsung terus menerus tanpa batas hingga rasa keingintahuan ini sudah memiliki jawaban maupun kepuasan tersendiri dalam menggambarkan keingintahuan tersebut.
Filsafat
merupakan salah satu cabang ilmu yang perkembangannya selalu mengikuti
perkembangan manusia. Pada kesempatan kali ini filsafat yang akan saya kaji
adalah filsafat pada abad pertengahan, di mana pada masa ini memiliki corak
pemikiran yang berbeda dengan filsafat yang berkembang di Yunani (Asal muasal
perkembangan Filsafat). Filsafat pada Abad Pertengahan di dominasi oleh pemikiran
keagamaan (Kristiani), pemecahan semua persoalan selalu didasarkan atas dogma
agama, sehingga corak pemikiran filsafat nya bersifat teosentris. Salah satu
filsuf yang pemikirannya memberi corak tersendiri pada masa ini adalah St.Thomas
Aquinas (1225-1274), yang berpendapat bahwa pembuktian tentang adanya Tuhan
hanya dapat dilakukan secara aposteriori. Sementara itu, di kalangan ahli pikir
Islam, pada Abad Pertengahan ini muncul pemikir-pemikir Islam kenamaan seperti
Al-Kindi, Al-Farabi, Ibn Sina, Al-Ghazali, Ibn Bajjah, Ibn Tufail dan Ibn
Rusyd. Periode ini berlangsung pada tahun 850-1200 M, dimana pada masa itulah kejayaan
Islam berlangsung dan ilmu pengetahuan berkembang pesat sampai runtuhnya
kerajaan Islam di Granada (Spanyol) pada tahun 1492.
Sejak
lahir kita telah di doktrin bahwa Tuhan itu nyata dan Tuhan itu adalah
Tuhan-Nya Katolik, Islam, Hindu, Budha, Konghucu dan aliran kepercayaan
lainnya. Namun, pernahkah muncul dalam benak atau imajinasi anda bahwa apakah
benar Tuhan itu nyata dan bagaimana sesunggunya sosok dan peranannya dalam
kelangsungan hidup ini. Lewat ajaran
agama menurut saya keberadaan Tuhan kurang memberikan jawaban yang
konkret mengenai keberadaan-Nya dan bagaimana peranan-Nya dalam kehidupan ini.
Ketika
kita mencari-cari jawaban akan pertanyaan mengenai keberadaan Tuhan tentu kita
akan dianggap melakukan penyesatan namun bukankah manusia telah diberikan akal
budi sehingga bebas untuk mencari dan mencari segala jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
seputar kehidupan ini terkhusus hubungan yang sacral ini yaitu antara Tuhan
dengan umat-Nya. Untuk itu sebelum membahas terlalu jauh kita kembali mengkaji
mengenai panca pembuktian keberadaan Tuhan menurut St.Thomas Aquinas.
Yang
Pertama yaitu : semua yang ada di dunia ini khususnya Mahluk hidup tentunya
selalu bergerak dan itu adalah sesuatu hal yang sangat wajar. Namun menurut
St.Thomas Aquinas pergerakan ini tidak wajar karena tidak ada sesuatu pun yang
mampu bergerak dengan sendirinya. Sesuatu yang bergerak dipastikan memiliki
sesuatu yang menggerakkan. Sesuatu yang menggerakkan pasti juga mempunyai
penggerak, dan demikian seterusnya. Namun, ada akhir dari penyebab yang
menggerakkan itu. Penyebab yang menggerakkan semua itu disebut Penggerak
Pertama. Penggerak Pertama itu harus berupa kekuatan yang maha besar, jadi
pasti bukan manusia atau mahluk serupa manusia. Penggerak Pertama itu adalah
Tuhan. Contoh: sepeda motor yang kita kendarai, motor secara keseluruhan
bergerak karena adanya mesin, mesin bergerak karena si pengendara lalu yang
menggerakkan si pengendara siapa ? Bagaimana menurutmu ?
Yang
Kedua yaitu : Sebab-Akibat Tidak ada sesuatu pun yang eksistensinya disebabkan
oleh dirinya sendiri, tidak mungkin sesuatu menjadi sebab sekaligus akibat bagi
eksistensinya sendiri. Suatu kejadian adalah akibat dari suatu penyebab dan
penyebab itu pun merupakan akibat dari penyebab-penyebab lainnya, demikian seterusnya
sampai ditemukan penyebab awal. Jika tidak ada penyebab awal, tidak akan terjadi
rangkaian akibat sesudahnya atau rangkaian kejadian tersebut tidak mungkin
tanpa penyebab awal, penyebab awal itu adalah Tuhan. Contoh nya, tidak mungkin
banjir bandang akibat dari turunnya hujan deras di bumi pasti ada sebab-sebab
yang lain. Namun yang menjadi permasalahannya adalah sampai dimana dan kapan
kita harus mencari penyebab awal karena manusia hanya dikaruniai 5 indera yang
tentunya masih serba terbatas.
Yang
Ketiga yaitu : Ada dan Tiada, dimana segala
sesuatu yang terdapat dalam alam semesta ini datang dan pergi, lahir dan mati,
ada dan tiada. Sesuatu yang bisa ada dan tiada berarti ada di dalam waktu,
terkena arus waktu, jadi tidak mungkin selamanya ada. Dengan begitu, ada masa
di mana alam semesta ini belum ada sesuatu apapun. Keberadaan alam semesta
dengan keadaan seperti itu bersifat
kontingen (contingent being) yang artinya ada masa ada dan tiada. Sangat tidak
masuk akal jika ada masa ketika alam semesta ini belum ada, belum ada sesuatu
yang niscaya ada yang artinya sebelum kehidupan ini ada Tuhan sudah ada.
Sehungga dapat dipastikan bahwa ada sesuatu yang niscaya ada sepanjang masa sesuatu,
yang niscaya ada itu adalah Tuhan. Contoh: sebelum bumi dan isi nya diciptakan
oleh Tuhan berarti Tuhan sudah ada sebelum kehidupan ini.
Yang
Keempat yaitu : Kelas Kualitas, dimana ada beragam kualitas yang melekat pada suatu
obyek mulai dari kualitas yang lebih baik sampai pada kualitas yang lebih
buruk. Penilaian kualitas tersebut membutuhkan acuan yang paling absolut dan
sempurna acuan paling absolut dan sempurna itu tidak lain adalah Tuhan. Contoh:
Manusia adalah ciptaan yang paling sempurna, namun apakah kita tahu bahwa pohon
yang tumbuh juga menyatakan hal sama bahwa kesempurnaan itu juga dimiliki oleh
pohon tersebut.
Lalu
yang Kelima yaitu : Keteraturan Perencanaan Alam semesta berjalan secara
teratur dan keteraturan itu pasti bukan sesuatu yang kebetulan. Keteraturan itu
geraknya mengikuti suatu pola, berjalan seperti sebuah anak panah menuju tujuan
tertentu yang di kehendaki pemanahnya. Pemanahnya itu adalah Tuhan. Contoh: Ada
masa untuk pagi, siang, malam, setiap harinya dan hal itu selalu berlangsung
dengan sendirinya dan secara teratur seperti sedia kala. Apakah pernah ada masa
atau saat keadaan yang di acak misal siang dulu lalu pagi lalu malam. Bagaimana
menurutmu ?
Lewat
penjabaran panca keberadaan Tuhan versi St.Thomas Aquinas di atas masihkah kita
meragukan keberadaan Tuhan dan bagaimana peranan-Nya dalam kelangsungan hidup
ini ? atau justru melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang semakin merumitkan
keberadaan Tuhan dan peranan-Nya dalam kehidupan ini. Semoga saja iya sehingga
seiring berjalannya waktu kita sama-sama mencari kebenaran dan kesempurnaan
akan keberadaan Tuhan dan peranan-Nya dalam kehidupan manusia meski kebenaran
dan kesempurnaan hanya milik sang pencipta.
Pro Ecclesia Et Patria
Vivat Baret Hitam Bol Kuning
Santo Situmorang



Tidak ada komentar:
Posting Komentar