Rabu, 17 Juni 2015

Panca Pembuktian keberadaan Tuhan versi St.Thomas Aquinas



Pemahaman manusia akan sekitarnya selalu berkembang seiring perubahan zaman, rasa tertarik dan keingintahuan manusia selalu menjadi dasar untuk memaksa pikiran manusia dalam menggali lebih jauh tentang keingintahuannya tersebut.
Rasa tertarik dan keingintahuan ini tentu akan selalu berlangsung terus menerus tanpa batas hingga rasa keingintahuan ini sudah memiliki jawaban  maupun kepuasan tersendiri dalam menggambarkan keingintahuan tersebut.
Dalam menggambarkan dan pemahaman tentang peran Tuhan di kelangsungan hidup manusia juga mengalami perubahan-perubahan di setiap zamannya, masing-masing ahli sesuai zamannya selalu memberikan gambaran Tuhan sesuai tafsiran dan tingkat pemahamannya secara pribadi akan Tuhan. Pemahaman akan Tuhan sering di pahami berdasarkan logika yang bisa di terima manusia  misal sosok Tuhan sering di gambarkan dalam bentuk dewa pada Zaman Yunani dan tentunya pemahaman akan Tuhan harus berdasarkan filosofi yang dapat dibuktikan.


Filsafat merupakan salah satu cabang ilmu yang perkembangannya selalu mengikuti perkembangan manusia. Pada kesempatan kali ini filsafat yang akan saya kaji adalah filsafat pada abad pertengahan, di mana pada masa ini memiliki corak pemikiran yang berbeda dengan filsafat yang berkembang di Yunani (Asal muasal perkembangan Filsafat). Filsafat pada Abad Pertengahan di dominasi oleh pemikiran keagamaan (Kristiani), pemecahan semua persoalan selalu didasarkan atas dogma agama, sehingga corak pemikiran filsafat nya bersifat teosentris. Salah satu filsuf yang pemikirannya memberi corak tersendiri pada masa ini adalah St.Thomas Aquinas (1225-1274), yang berpendapat bahwa pembuktian tentang adanya Tuhan hanya dapat dilakukan secara aposteriori. Sementara itu, di kalangan ahli pikir Islam, pada Abad Pertengahan ini muncul pemikir-pemikir Islam kenamaan seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibn Sina, Al-Ghazali, Ibn Bajjah, Ibn Tufail dan Ibn Rusyd. Periode ini berlangsung pada tahun 850-1200 M, dimana pada masa itulah kejayaan Islam berlangsung dan ilmu pengetahuan berkembang pesat sampai runtuhnya kerajaan Islam di Granada (Spanyol) pada tahun 1492.
Sejak lahir kita telah di doktrin bahwa Tuhan itu nyata dan Tuhan itu adalah Tuhan-Nya Katolik, Islam, Hindu, Budha, Konghucu dan aliran kepercayaan lainnya. Namun, pernahkah muncul dalam benak atau imajinasi anda bahwa apakah benar Tuhan itu nyata dan bagaimana sesunggunya sosok dan peranannya dalam kelangsungan hidup ini. Lewat ajaran  agama menurut saya keberadaan Tuhan kurang memberikan jawaban yang konkret mengenai keberadaan-Nya dan bagaimana peranan-Nya dalam kehidupan ini.
Ketika kita mencari-cari jawaban akan pertanyaan mengenai keberadaan Tuhan tentu kita akan dianggap melakukan penyesatan namun bukankah manusia telah diberikan akal budi sehingga bebas untuk mencari dan mencari segala jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan ini terkhusus hubungan yang sacral ini yaitu antara Tuhan dengan umat-Nya. Untuk itu sebelum membahas terlalu jauh kita kembali mengkaji mengenai panca pembuktian keberadaan Tuhan menurut St.Thomas Aquinas.

Yang Pertama yaitu : semua yang ada di dunia ini khususnya Mahluk hidup tentunya selalu bergerak dan itu adalah sesuatu hal yang sangat wajar. Namun menurut St.Thomas Aquinas pergerakan ini tidak wajar karena tidak ada sesuatu pun yang mampu bergerak dengan sendirinya. Sesuatu yang bergerak dipastikan memiliki sesuatu yang menggerakkan. Sesuatu yang menggerakkan pasti juga mempunyai penggerak, dan demikian seterusnya. Namun, ada akhir dari penyebab yang menggerakkan itu. Penyebab yang menggerakkan semua itu disebut Penggerak Pertama. Penggerak Pertama itu harus berupa kekuatan yang maha besar, jadi pasti bukan manusia atau mahluk serupa manusia. Penggerak Pertama itu adalah Tuhan. Contoh: sepeda motor yang kita kendarai, motor secara keseluruhan bergerak karena adanya mesin, mesin bergerak karena si pengendara lalu yang menggerakkan si pengendara siapa ? Bagaimana menurutmu ?

Yang Kedua yaitu : Sebab-Akibat Tidak ada sesuatu pun yang eksistensinya disebabkan oleh dirinya sendiri, tidak mungkin sesuatu menjadi sebab sekaligus akibat bagi eksistensinya sendiri. Suatu kejadian adalah akibat dari suatu penyebab dan penyebab itu pun merupakan akibat dari penyebab-penyebab lainnya, demikian seterusnya sampai ditemukan penyebab awal. Jika tidak ada penyebab awal, tidak akan terjadi rangkaian akibat sesudahnya atau rangkaian kejadian tersebut tidak mungkin tanpa penyebab awal, penyebab awal itu adalah Tuhan. Contoh nya, tidak mungkin banjir bandang akibat dari turunnya hujan deras di bumi pasti ada sebab-sebab yang lain. Namun yang menjadi permasalahannya adalah sampai dimana dan kapan kita harus mencari penyebab awal karena manusia hanya dikaruniai 5 indera yang tentunya masih serba terbatas.

Yang Ketiga yaitu : Ada dan Tiada, dimana  segala sesuatu yang terdapat dalam alam semesta ini datang dan pergi, lahir dan mati, ada dan tiada. Sesuatu yang bisa ada dan tiada berarti ada di dalam waktu, terkena arus waktu, jadi tidak mungkin selamanya ada. Dengan begitu, ada masa di mana alam semesta ini belum ada sesuatu apapun. Keberadaan alam semesta dengan keadaan seperti itu  bersifat kontingen (contingent being) yang artinya ada masa ada dan tiada. Sangat tidak masuk akal jika ada masa ketika alam semesta ini belum ada, belum ada sesuatu yang niscaya ada yang artinya sebelum kehidupan ini ada Tuhan sudah ada. Sehungga dapat dipastikan bahwa ada sesuatu yang niscaya ada sepanjang masa sesuatu, yang niscaya ada itu adalah Tuhan. Contoh: sebelum bumi dan isi nya diciptakan oleh Tuhan berarti Tuhan sudah ada sebelum kehidupan ini.

Yang Keempat yaitu : Kelas Kualitas, dimana  ada beragam kualitas yang melekat pada suatu obyek mulai dari kualitas yang lebih baik sampai pada kualitas yang lebih buruk. Penilaian kualitas tersebut membutuhkan acuan yang paling absolut dan sempurna acuan paling absolut dan sempurna itu tidak lain adalah Tuhan. Contoh: Manusia adalah ciptaan yang paling sempurna, namun apakah kita tahu bahwa pohon yang tumbuh juga menyatakan hal sama bahwa kesempurnaan itu juga dimiliki oleh pohon tersebut.

Lalu yang Kelima yaitu : Keteraturan Perencanaan Alam semesta berjalan secara teratur dan keteraturan itu pasti bukan sesuatu yang kebetulan. Keteraturan itu geraknya mengikuti suatu pola, berjalan seperti sebuah anak panah menuju tujuan tertentu yang di kehendaki pemanahnya. Pemanahnya itu adalah Tuhan. Contoh: Ada masa untuk pagi, siang, malam, setiap harinya dan hal itu selalu berlangsung dengan sendirinya dan secara teratur seperti sedia kala. Apakah pernah ada masa atau saat keadaan yang di acak misal siang dulu lalu pagi lalu malam. Bagaimana menurutmu ?

Lewat penjabaran panca keberadaan Tuhan versi St.Thomas Aquinas di atas masihkah kita meragukan keberadaan Tuhan dan bagaimana peranan-Nya dalam kelangsungan hidup ini ? atau justru melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang semakin merumitkan keberadaan Tuhan dan peranan-Nya dalam kehidupan ini. Semoga saja iya sehingga seiring berjalannya waktu kita sama-sama mencari kebenaran dan kesempurnaan akan keberadaan Tuhan dan peranan-Nya dalam kehidupan manusia meski kebenaran dan kesempurnaan hanya milik sang pencipta.

Pro Ecclesia Et Patria
Vivat Baret Hitam Bol Kuning


Santo Situmorang

Tidak ada komentar: