Saya begitu tertarik dengan salah
satu komentar yang bernama Padamupertiwi di salah
satu artikel Kompas.com “PAN Sudah
Tak Sejalan dengan KMP? Ini Jawaban Zulkifli “ kira-kira komentarnya seperti
berikut ini: “ saya sbg rakyat akan
mendukung jika DPR membuat angket untuk kasus : Dana talangan Lapindo, Century,
BLBI, Pengelapan Pajak Asean AGRI, Pengelapan Pajak BCA, dan kasus pajak
lainnya !! jgn untuk urusan Golkar/PPP buat apa ??? emang rakyat peduli sama
Ical/Agung? Tidak sama sekali “
saya rasa teman kita ini (Padamupertiwi) sudah muak dengan kelakuan para
politisi di Indonesia saat ini, dimana para politisi ini seakan-akan sedang
mementaskan sebuah peran drama dengan begitu apiknya dan penuh perkembangan
namun peran itu sudah terlalu jauh di kembangkan sehingga begitu jauh dari
naskah yang telah disiapkan oleh Penulisnya. Betapa tidak, para tokoh politik
yang kita saksikan saat ini menampilkan adegan per adegan yang benar-benar
memuakkan bangsa ini, sampai membuat kita bertanya-tanya apakah memang politik
itu harus seperti ini ? Seandainya para tokoh politik ini benar-benar merupakan
seorang Aktor yang sedang ditayangkan di Televisi mungkin saya akan secepatnya
mematikan Televisi supaya tidak saya saksikan lagi sehingga tidak menggodok
perasaan amarah di dalam hati ini dan mengembalikan praktek politik itu
sebagaimana mestinya. Jika kita melihat kembali catatan sejarah per politikan
di Indonesia seandainya praktek politik seperti saat ini dilakukan oleh
Soekarno, Moh.Hatta, Soepomo, Tan malaka,atau Moh.Yamin mungkin bangsa kita
tidak akan semaju seperti saat ini, namun jika begini terus maka bangsa yang
kita cintai ini akan tetap seperti ini tanpa adanya kemajuan. Sampai kapan hal
ini kami alami Bapak/Ibu sekalian ? Sebagai Mahasiswa dan pemuda Indonesia saya
pastinya tidak mau seba’gai penikmat sejarah maupun sebagai penonton sejarah
saja saya ingin menjadi pelaku sejarah, namun bagaimana mungkin hal itu terjadi
jika para pemimpin kami seperti ini.
Saya masih ingat sebuah istilah mengatakan
“ Buah tak akan jauh jatuh dari pohonnya “ jika istilah ini kita pahami berarti
20-30 tahun ke depan para tokoh politik yang akan menggantikan para tokoh
politik saat ini tidak akan jauh berbeda situasi yang di alami bangsa ini sehingga
yang menjadi korban adalah rakyat Indonesia dimana tidak akan pernah mengalami
kemajuan. Coba kita telusuri secara saksama kelakuan para politisi,pejabat pemerintah
dan wakil-wakil kita di DPR/DPRD sana, mereka berlomba-lomba saling sikut
menyikut seakan-akan sedang ingin membuktikan siapa yang paling kuat dan
berpengaruh di Negeri ini. Mereka tidak merasa malu dan takut bahwa rakyat akan
marah atau jangan-jangan mereka berfikir “ ahh sudahlah….toh pada saat
pemilihan nanti saya akan terpilih lagi jika uang ini kubagikan” sadar lah
Bapak/Ibu sekalian rakyat sudah pintar, rakyat sudah belajar dari pengalaman
sebelum-sebelumnya cukup di periode ini kami kecolongan. Atau haruskah kami
menunggu sampai periode ini berakhir? Haruskah kami memberikan tepuk tangan
ketika kalian saling sikut menyikut? Haruskah kami merobohkan kursi kekuasaan
Bapak/Ibu sekalian? Sehingga Bapak/Ibu tersadar bahwa praktek politik yang
kalian terapkan telah keliru dan tidak meningkatkan kesejahteraan kami sebagai
rakyat kecil. Namun kami tetap yakin dan percaya suatu hari nanti Bapak/Ibu
pemangku kekuasaan saat ini akan sadar sehingga memberikan kesejahteraan yang
tiada tara kepada kami rakyatmu.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar